Presiden Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan jelang Pemilu 2024. Jokowi menegaskan agar masyarakat jangan sampai menjadi korban politik, terutama politik identitas.
“Saya minta betul-betul saudara-saudara bisa menjaga situasi kondusif, menjaga agar masyarakat kita tidak menjadi korban politik, namanya politik identitas,” tegas Jokowi.
Jokowi meminta jajaran TNI dan Polri untuk memetakan potensi kerawanan sebagai bentuk upaya menjaga keamanan menjelang tahun politik. Jokowi juga mengingatkan TNI dan Polri untuk tidak melakukan politik praktis.
Memasuki tahun politik, Jokowi meminta jajaran untuk memiliki sensitivitas dan sering turun ke lapangan sehingga kejadian-kejadian kecil segera diredakan.
Selain itu, berhubungan dengan stabilitas keamanan dan kehidupan sosial, Jokowi juga menegaskan bahwa semua agama memiliki hak yang sama dalam beribadah. Menurut Jokowi, kebebasan beragama dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Ini yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu, hati-hati, ini memiliki hak yang sama dalam beribadah, memiliki hak yang sama dalam kebebasan beragama dan beribadah,” tegas Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa konstitusi memiliki kedudukan yang tinggi dan tidak bisa dipatahkan dengan kesepakatan apapun. Maka dari itu, Jokowi meminta kepada jajarannya untuk memahami aturan tersebut yang memberikan kebebasan beragama dan beribadah.
“Ada rapat FKUB misalnya, ini misalnya, sepakat tidak memperbolehkan membangun tempat ibadah, hati-hati lho, konstitusi kita hati-hati lho, menjamin itu. Ada peraturan wali kota atau ada instruksi bupati, hati-hati lho kita semua harus tahu masalah ini, konstitusi kita itu memberikan kebebasan beragama dan beribadah,” tutup Jokowi.
0 Komentar