SMKN JATENG BOARDING, “KARYA NYATA” GANJAR KIKIS KEMISKINAN!

  


Berbagai inovasi dan program penuh manfaat diciptakan Ganjar guna mengikis kemiskinan esktrim di Jawa Tengah. Salah satu jurus jitu Ganjar adalah dengan mendirikan sekolah gratis.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis keasramaan atau boarding school yang diberi nama SMK Negeri Jateng diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Adapun, sekolah gratis yang didirikan sejak 2014 ini terbukti mampu menekan angka kemiskinan.

Indikator tersebut terlihat dari ribuan lulusannya yang terserap di perusahaan ternama di Tanah Air, maupun menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ganjar menegaskan Visi sekolah ini adalah pelopor, penggerak pemberantasan kemiskinan. Lulusannya setelah lima tahun harus bisa mengentaskan kemiskinan dirinya dan lingkungannya. Juga menggerakan masyarakat tersebut untuk pengentasan kemiskinan daerahnya.

Ganjar Pranowo menyebut, ide SMK ini muncul ketika banyak ditemukan keluarga miskin ternyata berpendidikan rendah. Sejak saat itu, dirinya mulai merintis sekolah gratis bagi keluarga tidak mampu agar dapat mengakses pendidikan.

Selain SMKN, Ganjar juga merevitalisasi tujuh SMK di Jateng untuk mewujudkan teaching industry. Jika SMKN Jateng masih menggunakan dana APBD, maka untuk pengembangan di sekolah tersebut dapat melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Gebrakan ini dipandang mustahil karena nyaris semua provinsi tak memilikinya mengingat sekolah berasrama gratis menyedot APBD cukup tinggi. Tapi belakangan konsep pembelajaran di tiga SMKN Jateng yang menelan anggaran di atas 30 miliar per tahun ini jadi role model. Sejumlah provinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta, Bengkulu, Lampung dan Sulsel mengirimkan kepala sekolah dan staf pengajar untuk studi banding ke sekolah tersebut.

SMKN Jateng sendiri meliputi tiga wilayah di Jateng, yaitu Kampus 1 di Kota Semarang, Kampus 2 di Pati dan Kampus 3 di Purbalingga. SMKN tersebut bukanlah sekolah kaleng-kaleng. Nyatanya, tahun 2022 lalu, sebanyak 233 lulusan tiga sekolah tersebut diwisuda Ganjar dengan tingkat keterserapan di lapangan kerja mencapai 70 persen, lima diantaranya meraih nilai 100 pada mata pelajaran matematika di Ujian Nasional.

Tak berhenti dengan tiga sekolah, Ganjar menambah 15 SMK semi boarding di 15 kabupaten untuk menampung siswa unggul dari keluarga miskin. Dinamakan SMK Semi Boarding, karena 30 siswa yang lolos seleksi masih belajar dengan siswa reguler meskipun mereka tinggal di asrama.

Ke-15 sekolah tersebut, yakni SMKN 1 Demak, SMKN 2 Rembang, SMKN 1 Wirosari Grobogan, SMKN 1 Jepon Blora, SMKN 1 Tulung Klaten, SMKN 1 Kedawung Sragen, SMKN 2 Wonogiri.

Posting Komentar

0 Komentar